JAKARTA – Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta kembali menunjukkan komitmen nyata dalam upaya pemerataan informasi pendidikan dengan menggelar sosialisasi di SMA YAKE, Jakarta, pada Kamis (8/4/2026). Agenda strategi ini bertujuan untuk mengembangkan pendidikan bersama sekaligus memberikan pemahaman mendalam bagi siswa mengenai dunia perguruan tinggi yang penuh tantangan. Dalam kesempatan tersebut, tim dari UIC secara khusus membawa misi besar untuk memberikan motivasi akademik kepada para siswa kelas XII yang akan segera mencapai kelulusan. Langkah ini dipandang penting guna memastikan transisi pendidikan siswa dari sekolah menengah ke bangku kuliah berjalan secara optimal dan terencana dengan sangat matang.
Hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Bapak Maulana Yusuf Arrasuly, S.Hum., M.Pd. , yang merupakan dosen tetap dari Universitas Ibnu Chaldun Jakarta. Beliau memberikan perspektif baru yang dilihat di hadapan puluhan siswa yang tampak sangat antusias mengikuti jalannya acara sejak dimulai pada pagi hari tadi. Materi yang disampaikan tidak hanya berkutat pada sisi akademis semata, namun juga menyentuh aspek psikologis dan kematangan mental dalam memilih jalan hidup setelah sekolah. Kehadirannya sebagai pengajar ahli memberikan bobot tersendiri bagi kegiatan sosialisasi ini, sehingga informasi yang diterima siswa benar-benar kredibel dan mampu memberikan inspirasi nyata bagi mereka untuk melanjutkan studi.
Dalam sesi motivasi yang berlangsung penuh kehangatan tersebut, Maulana Yusuf Arrasuly memberikan sebuah pernyataan mendalam yang menjadi sorotan utama bagi seluruh peserta kegiatan. Beliau menegaskan bahwa pada dasarnya kualitas sebuah pendidikan tinggi sangat bergantung pada bagaimana individu yang menjalaninya mengelola kesempatan yang ada. Beliau menyampaikan pesan kuat bahwa pilihan institusi memang penting, namun kualitas diri adalah kunci utama kesuksesan. “Kuliah itu di mana saja sebenarnya sama saja, yang paling menentukan dan membedakan hasil nanti adalah kualitas dari dalam diri kita sendiri,” tegas Maulana di tengah diskusi yang berlangsung sangat interaktif di lingkungan sekolah SMA YAKE hari ini.
Penekanan tersebut dimaksudkan agar para siswa tidak merasa minder atau terbebani dengan gengsi institusi semata, melainkan lebih fokus pada pengembangan kapasitas diri mereka masing-masing selama perkuliahan. Maulana menjelaskan bahwa universitas hanyalah sebuah sarana atau wadah, sedangkan semangat juang, disiplin, dan kreativitas adalah bahan bakar utama yang akan membawa seseorang mencapai puncak karier. Dengan pola pikir seperti ini, diharapkan para siswa SMA YAKE memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi untuk memilih universitas yang sesuai dengan kondisi dan minat mereka tanpa harus kehilangan arah. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kesuksesan bukanlah pemberian dari sebuah nama kampus, melainkan hasil dari jerih payah.
Selain memberikan masukan motivasi, agenda ini juga dimanfaatkan untuk melakukan sosialisasi intensif mengenai program Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di Universitas Ibnu Chaldun Jakarta. Tim sosialisasi memaparkan berbagai keunggulan yang dimiliki UIC, mulai dari akreditasi program studi yang unggul, fasilitas penunjang pembelajaran yang modern, hingga kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri. Informasi mengenai berbagai skema beasiswa juga menjadi daya tarik tersendiri