Peranan Guru di Masa Pandemi Covid-19

28 November 2020

Kita diketahui bersama bahwa tujuan Negara Indonesia dalam Pembukaan UUD '45 alinea ke-empat, yang berbunyi: "… untuk membentuk suatu bentuk Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia… "Artinya, negara tanggung jawab atas apa yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Karena negara adalah organisasi yang dapat memaksakan kekuasaannya secara sah. Negara sebagai tempat untuk menaungi seluruh aktivitas masyarakat dalam situasi apapun dan kondisi apapun.

Saat ini, Indonesia sedang berada dalam fase yang mana tidak diduga sebelumnya. Berawal dari akhir tahun 2019, dunia dikejutkan dengan munculnya Virus Corona yang mewabah di suatu negara. Sejak saat itu dan seterusnya kasus virus tersebut semakin bertambah dan meluas. Akhirnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan status Virus Corona sebagai pandemi pada Rabu (11/03/2020). Sehingga, Pemerintah Indonesia harus menyesuaikan berjalannya tatanan kehidupan masyarakatnya.

Sejak merebaknya Covid-19 ke berbagai negara dan bemula masuknya ke Indonesia, pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan social distancing pada pertengahan Maret 2020. Kebijakan ini sebagai upaya pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Hal ini sejalan dengan kebijakan di berbagai Negara yang juga menerapkan kebijakan serupa.

Pandemi Covid-19 telah merubah banyak hal yang menimbulkan implikasi begitu luas terhadap kehidupan masyarakat. Memaksa orang untuk tidak leluasa seperti sedia kala dan sangat dibatasi. Salah satu aspek yang terdampak yaitu aspek pendidikan. Munculnya Pandemi Covid-19 mengakibatkan sekolah ditutup dan pembelajaran dialihkan menjadi jarak jauh. Guru, orang tua, dan murid harus beradaptasi dengan hal-hal baru yang sebelumnya belum terpikirkan. Semua harus menyiapkan segala keperluan untuk proses pembelajaran jarak jauh. Terlebih guru, harus memutar otak agar proses pembelajaran jarak jauh bisa berjalan efektif.

Ada sesuatu yang hilang, ketika pembelajaran tidak dilakukan secara bertatap muka. Guru tidak bisa mentransfer ilmunya dengan interaksi secara efektif. Karena tentu menjadi tidak ideal ketika tidak bisa mengetahui proses perkembangan muridnya. Orang tua pun mengalami hambatan dalam mengajarnya karena banyak orang tua yang bekerja. Kalau tidak bekerja pun ada yang kesulitan untuk mengajar karena tidak semua mempunyai kemampuan mengajar. Mengingat juga usia orang tua yang beragam tidak semua masih terbilang muda, yang dengan mudah menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.

Banyak guru, orang tua, dan murid yang belum familier terhadap teknologi. Beberapa orang tua mengeluh dengan pembelajaran berlakunya jarak jauh. Bukan tanpa sebab, berbagai tantangan harus berada dalam kondisi sekarang ini. Mulai dari keterbatasan jaringan, keterbatasan kuota internet, hingga batas memori pada gawai, atau bahkan keterbatasan gawai itu sendiri. Banyak lagi yang kurang mampu dalam mengajar anak maupun tidak mampu dalam menggunakan perangkat lunak ditambah laptop.

Keadaan anak-anak Indonesia tentu tidak bisa semua disamaratakan. Keefektifan pembelajaran jarak jauh bergantung pada keadaan murid di rumah. Pemantauan keluarga sangat diperlukan agar murid bisa mudah memahami dan belajar dengan serius. Sangat diperlukan pendampingan oleh orang terdekat untuk mengatur murid dalam menggunakan gawai dan mengikuti pembelajaran dengan matang.

Kondisi memaksa tidak bisanya pembelajaran langsung secara tatap muka. Sementara proses perkembangan kemampuan murid harus terus diasah dan terus dipantau. Maka dalam hal ini diperlukan kerja sama antara pemerintah, guru, dan orang tua. Agar proses belajar bisa efektif bagaimanapun situasinya. Kondisi seperti ini butuh langkah yang cepat dan juga regulasi yang tepat. Pemerintah sebagai otoritas harus mengeluarkan kebijakan yang cepat dan tepat. Guru bisa memberikan pembelajaran dengan semaksimal kemampuan yang dimiliki. Kemudian orang tua harus ikut serta dalam mendidik dan mengawasi perkembangan.

Di antara dari banyaknya orang tua murid, banyak yang berpendapat agar pembelajaran secara tatap muka segera dilanjutkan. Tapi ada juga orang tua yang masih khawatir dengan kondisi yang masih belum jelas. Hal-hal itulah yang menjadi keresahan dalam proses pembelajaran di masa pandemi sekarang ini.

Pandemi Covid-19 membuat kita sadar bahwa semua butuh kesabaran dalam mendidik murid. Orang tua harus lebih memahami begitu besarnya perjuangan guru untuk mendidik anaknya. Nilai-nilai dalam diri guru harus menjadi penyemangat untuk bangsa Indonesia agar senantiasa ikhlas dan sabar dalam menjalankan keseharian.

Dalam masa Pandemi Covid-19 guru dituntun memberikan pembelajaran seefektivitas mungkin dengan keadaan murid yang memiliki daya ingat dan daya tangkap yang berbeda. Penulis teringat hadis yang berbunyi, “uthlubul ‘ilma minal mahdi ilal lahdi”, yang merupakan anjuran menuntut ilmu dimulai dari buaian hingga liang lahad. Begitulah, maka sudah sepatutnya proses pembelajaran terus berjalan selama masih bisa diatasi.

Meskipun dalam keadaan yang tidak biasa, momentum hari guru membuat kita lebih sadar bahwa peranan guru sangatlah penting. Di situasi dan kondisi apapun guru sangat bekerja keras untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Maka sudah semestinya kesejahteraan guru diperhatikan dengan baik oleh pemerintah. Karena maju atau mundurnya suatu bangsa di masa depan, bergantung pada keadaan murid di masa sekarang. Mereka akan menjadi generasi penerus bangsa dan menentukan perjalanan bangsa ke depan. Maka sudah semestinya harus disiapkan dengan sebaik mungkin.

Semoga keadaan lekas membaik dan pembelajaran akan berjalan seperti sediakala. Semoga juga dunia pendidikan kita semakin baik. Untuk guru, teruslah semangat dalam manfaat. Teruslah menjadi pelita untuk bangsa, karena engkau pahlawan bangsa. Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru. Selamat Hari Guru Nasional 2020. 

Oleh: Fikri Hadiansyah