JAKARTA – Program Studi Ilmu Komunikasi pada Program Sarjana Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta secara resmi berhasil mempertahankan peringkat Akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Ketetapan ini tertuang dalam Surat Keputusan Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT No. 467/SK/BAN-PT/Ak.Ppj/S/II/2023.
Pencapaian ini menjadi tonggak sejarah penting sekaligus bukti nyata komitmen mutu pendidikan di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial, Ekonomi, dan Bisnis (FISEB) Universitas Ibnu Chaldun. Berdasarkan sertifikat resmi yang ditandatangani oleh Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT, Prof. Ari Purbayanto, Ph.D., status akreditasi ini berlaku sejak 27 September 2022 hingga 27 September 2027 mendatang.
Menanggapi keberhasilan ini, Dekan Fakultas Ilmu Sosial, Ekonomi, dan Bisnis (FISEB) menyampaikan apresiasi terdalamnya kepada seluruh tim borang, jajaran dosen, staf, mahasiswa, serta alumni yang telah bekerja keras dan memberikan kontribusi terbaiknya selama proses asesmen. Menurutnya, peringkat Akreditasi B ini adalah cerminan dari kurikulum yang adaptif, fasilitas penunjang yang terus berkembang, serta kualitas tata kelola akademik yang berjalan baik di prodi Ilmu Komunikasi.
Senada dengan Dekan, Wakil Dekan FISEB juga menambahkan bahwa pencapaian ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah tanggung jawab besar. Dengan raihan Akreditasi B ini, prodi Ilmu Komunikasi berkomitmen untuk memperluas jangkauan kerja sama strategis dengan berbagai industri media, memperkuat riset dan pengabdian masyarakat, serta terus meningkatkan fasilitas laboratorium demi mencetak lulusan yang siap bersaing secara global. Bagi para mahasiswa dan alumni, bertahannya status Akreditasi B ini memberikan dampak positif yang sangat signifikan, terutama dalam memperluas peluang karir di sektor industri kreatif, media massa, instansi pemerintahan (CPNS), hingga perusahaan swasta nasional. Universitas Ibnu Chaldun juga memastikan akan menjadikan capaian ini sebagai batu loncatan demi menyongsong target akreditasi yang lebih tinggi ke depannya.
Penulis: Ali Burhanudin