Intan Alfi Aqila Mahasiswi Ilmu Komunikasi UIC Semester 2 Berhasil Tuntaskan Hafalan 30 Juz

12 July 2026

Jakarta – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun. Intan Alfi Aqila, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial, Ekonomi, dan Bisnis (FISEB) semester 2, berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur'an pada 29 Juni 2026.

Di tengah kesibukannya menjalani perkuliahan, Intan mampu membuktikan bahwa semangat menuntut ilmu dapat berjalan beriringan dengan ikhtiar menjaga dan menghafal Al-Qur'an. Perjalanan tersebut, menurutnya, bukanlah sesuatu yang mudah.

"Perjalanannya tentu tidak mudah. Banyak air mata, rasa lelah, dan beberapa kebahagiaan kecil yang harus saya relakan. Selama proses menghafal, ada banyak momen yang tidak bisa saya nikmati seperti teman-teman lain, misalnya berkumpul bersama teman, aktif di organisasi, atau sekadar memiliki waktu untuk diri sendiri," ujarnya.

Ia mengaku tantangan terbesar yang dihadapi adalah membagi waktu antara kewajiban sebagai mahasiswa dan tanggung jawab sebagai penghafal Al-Qur'an. Setiap hari ia harus menyeimbangkan penyelesaian tugas kuliah dengan target ziyadah dan murojaah agar hafalan tetap terjaga.

"Rasanya seperti ditarik ke dua arah. Di satu sisi saya harus memikirkan deadline tugas kuliah, sementara di sisi lain harus menyiapkan ziyadah untuk setoran keesokan harinya, belum lagi murojaah agar hafalan tetap terjaga. Tidak jarang jam tidur menjadi berantakan karena tugas kuliah baru bisa dikerjakan setelah kegiatan mengaji selesai," ujarnya.

Meski demikian, Intan meyakini bahwa setiap pengorbanan yang dilakukan untuk Al-Qur'an tidak akan pernah sia-sia. Baginya, seluruh proses tersebut menjadi pembelajaran tentang arti kesabaran, kedisiplinan, dan keikhlasan.

Keberhasilan menyelesaikan hafalan 30 juz juga tidak terlepas dari motivasi besar yang selalu ia pegang, yakni membahagiakan kedua orang tua serta berharap Allah mengangkat derajat keluarga melalui Al-Qur'an.

"Motivasi terbesar saya adalah membahagiakan kedua orang tua, membalas segala perjuangan mereka, serta berharap Allah mengangkat derajat orang tua dan keluarga saya melalui Al-Qur'an. Ketika merasa lelah dan ingin menyerah, saya selalu mengingat perjuangan orang tua dan harapan besar kakak-kakak saya kepada adik bungsunya ini. Dukungan dan doa mereka menjadi kekuatan terbesar yang membuat saya terus bangkit," ujarnya.

Intan berharap pengalamannya dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswa lain yang ingin mulai menghafal Al-Qur'an. Menurutnya, langkah pertama merupakan bagian terpenting dalam perjalanan tersebut.

"Saya ingin menyampaikan kepada teman-teman agar jangan pernah takut untuk memulai. Menghafal Al-Qur'an tidak mengenal kegagalan. Berapa pun juz yang berhasil dihafalkan merupakan nikmat dan karunia dari Allah. Jangan pernah merasa perjuangan sia-sia hanya karena belum mencapai target tertentu," pesannya.

Ia juga mengingat dawuh almarhumah guru yang selalu menjadi pegangan hidupnya, "Nek Qur'an mbo cekel, kabeh bakal katut," yang berarti apabila seseorang benar-benar berpegang teguh pada Al-Qur'an, maka insyaallah urusan-urusan lain akan dimudahkan oleh Allah SWT.

Bagi Intan, menghafal Al-Qur'an bukanlah tentang siapa yang paling cepat menuntaskan 30 juz, melainkan tentang siapa yang mampu terus istiqamah membersamai dan menjaga hafalannya. Ia berharap semakin banyak generasi muda yang menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup sekaligus teman dalam menuntut ilmu.

Prestasi yang diraih Intan Alfi Aqila menjadi bukti bahwa semangat akademik dan kecintaan terhadap Al-Qur'an dapat berjalan beriringan. Dengan tekad, doa, serta dukungan keluarga, setiap proses yang dijalani akan membuahkan hasil yang penuh keberkahan.

 

Penulis: Diva Azahra Baihaki 

Editor: Muhamad Rayhan


Whatsapp