Milad ke-70 UIC: Menjaga Warisan Pendiri, Membangun Masa Depan yang Unggul

12 June 2026

Jakarta – Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta menggelar Tasyakuran Milad ke-70 sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang kampus yang telah berdiri sejak tahun 1956. Acara yang berlangsung di Aula Prof. Bahder Djohan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, Yayasan Pembina Pendidikan Ibnu Chaldun (YPPIC), dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta alumni.

Perayaan Milad ke-70 menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang UIC dalam mengemban amanah pendidikan sekaligus memperkuat komitmen untuk terus meningkatkan kualitas akademik, tata kelola institusi, dan kontribusi kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, Dr. Rahmah Marsinah, S.H., M.M., M.H., menyampaikan rasa syukur atas berbagai capaian yang telah diraih universitas selama tujuh dekade terakhir. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras para pendiri, yayasan, serta seluruh sivitas akademika yang terus berupaya memajukan kampus.

"Alhamdulillah, Universitas Ibnu Chaldun telah mencapai usia 70 tahun. Saya mengucapkan terima kasih kepada para pendahulu, pihak yayasan, dan seluruh civitas akademika yang telah berjuang hingga universitas ini terus berkembang," ujarnya.

Rahma menjelaskan bahwa saat ini seluruh program studi telah memiliki akreditasi yang menjadi modal penting bagi universitas untuk bersaing dengan perguruan tinggi lainnya di Indonesia. Berbagai kegiatan akademik yang digelar dalam rangka Milad ke-70, seperti bedah buku karya dosen, seminar, dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat juga menjadi bukti implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terus diperkuat.

Selain itu, Rahmah mendorong para dosen untuk terus meningkatkan kapasitas akademiknya hingga mencapai jabatan Guru Besar.

"Kita ingin Universitas Ibnu Chaldun memiliki profesor yang lahir dari kampus ini sendiri," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Pembina Pendidikan Ibnu Chaldun (YPPIC), Dr. H. Edy Haryanto, S.H., M.H., menegaskan bahwa usia 70 tahun merupakan perjalanan panjang yang harus dijaga dengan semangat sebagai pelurus sekaligus penerus sejarah universitas.

"Kita adalah generasi pelurus sekaligus penerus. Sejarah universitas ini harus dijaga apa adanya agar jasa para pendiri dan mereka yang telah mendarmabaktikan dirinya untuk kampus ini tetap dikenang sepanjang masa," ujarnya.

Menurut Edy, yayasan memiliki peran strategis dalam memastikan keberlanjutan universitas melalui tata kelola yang baik, pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan, serta menjaga visi dan misi para pendiri agar tetap relevan di masa depan.

Edy juga mengaku bangga melihat kebersamaan seluruh sivitas akademika yang terus berjuang membangun kampus meskipun perjalanan UIC selama tujuh dekade tidak selalu berjalan mulus.

"Perjalanan 70 tahun ini bukan perjalanan yang singkat dan tidak selalu mulus. Namun saya bangga melihat seluruh civitas akademika tetap guyub dan bersama-sama membangun universitas ini," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor I Muhammad Setiawan Sampurna Djaya, S.Psi., M.Si menyoroti kontribusi alumni UIC yang telah berkiprah di berbagai sektor strategis, baik di tingkat daerah maupun nasional. Menurutnya, banyak alumni UIC yang telah memberikan kontribusi nyata bagi bangsa, termasuk mantan Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma'ruf Amin dan Ketua MPR RI Ahmad Muzani.

"Sudah banyak alumni UIC yang memberikan kontribusi besar bagi bangsa. Ini membuktikan bahwa UIC mampu melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing," ungkapnya.

Setiawan berharap mahasiswa UIC terus mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik, memperkuat literasi digital, serta membangun jejaring yang luas untuk menghadapi tantangan global.

Sementara itu, Wakil Rektor II Yudo Kisworo, S.Si., M.M. menyampaikan optimisme terhadap kesiapan akademik UIC dalam menghadapi masa depan. Menurutnya, kualitas dosen terus meningkat melalui sertifikasi dosen dan peningkatan jabatan akademik.

"Kita sedang berproses mencetak calon-calon profesor dari kampus sendiri. Jika sudah memiliki profesor, saya yakin UIC akan semakin maju dan unggul dari sisi akademik," ujarnya.

Wakil Rektor III Dr. H. Murtiman, S.H., M.M. menambahkan bahwa perjalanan panjang UIC selama 70 tahun menunjukkan ketangguhan institusi dalam menghadapi berbagai tantangan.

"Perjalanan universitas ini tidak selalu mulus, tetapi alhamdulillah sampai hari ini terus berkembang. Mudah-mudahan ke depan akreditasi universitas semakin baik dan mampu melahirkan alumni-alumni yang berkualitas," katanya.

Pandangan mengenai masa depan UIC juga disampaikan oleh para dosen. Dosen FSEB, Hidayati Artarini, M.I.kom., menilai mahasiswa UIC saat ini tengah berada dalam fase transisi menuju generasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

"Mahasiswa sekarang hidup di era yang lebih modern. Karena itu perlu terus diberikan arahan agar mampu berkembang tanpa meninggalkan nilai-nilai yang baik," ujarnya.

Menurut Artha, nilai Ashabiyah yang diperkenalkan oleh Ibnu Chaldun masih sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan kampus karena mengajarkan solidaritas, empati, dan kebersamaan.

Sementara itu, dosen UIC Anwar Sjani, S.T.M., M.I.Kom., menyoroti pentingnya peningkatan fasilitas dan sarana pembelajaran sebagai pendukung kualitas pendidikan.

"Alhamdulillah banyak perkembangan fasilitas yang sudah dilakukan. Ke depan, saya berharap UIC semakin berperan di tengah masyarakat dan terus memberikan kontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa," tuturnya.

Momen Milad ke-70 ini juga menjadi ruang apresiasi bagi berbagai pencapaian internal kampus. Dalam kesempatan tersebut, Universitas Ibnu Chaldun Jakarta memberikan penghargaan kepada sejumlah program studi yang dinilai menunjukkan kinerja dan kontribusi terbaik dalam pengembangan akademik. Program Studi Manajemen, Ilmu Komunikasi, Pendidikan Agama Islam, dan Hukum berhasil meraih penghargaan khusus sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan capaian yang telah diraih.

Pemberian penghargaan tersebut menjadi simbol komitmen UIC dalam mendorong budaya prestasi dan peningkatan mutu di seluruh unit akademik. Diharapkan, penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh program studi untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperkuat kontribusi dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Menutup rangkaian perayaan Milad ke-70, seluruh sivitas akademika diajak untuk menjadikan momentum ini sebagai titik awal penguatan kolaborasi dan semangat kebersamaan dalam membangun universitas. Dengan berbekal warisan nilai-nilai para pendiri, dukungan yayasan, serta komitmen seluruh sivitas akademika, Universitas Ibnu Chaldun Jakarta optimistis dapat terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

 

 

 

Penulis: Ryana Sabrina, Diva Azahra 

Editor: Muhamad Rayhan Hidayat Apandy


Whatsapp