JAKARTA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum dan Humaniora Universitas Ibnu Chaldun (FH-UIC) Jakarta menggelar seminar hukum bertajuk "Tanggung Jawab Negara Terhadap Bencana Alam di Sumbar, Sumut, dan Aceh" pada Minggu (8/2). Kegiatan ini menjadi wadah penting bagi pelajar dalam menyoroti peran pemerintah terhadap rentetan bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi belakangan ini.
Seminar tersebut menghadirkan narasumber yang kompeten, di antaranya Murthalamuddin (Juru Bicara Posko Bencana Banjir Provinsi Aceh), Ardin Firanata (Akademisi/Dosen FH-UIC), dan Zaenal Muttaqin (Wakil Dekan FH-UIC).
Akademisi Sebagai Pemikir dan Solusi.
Ketua Yayasan YYPIC, Dr. H. Edy haryanto, SH., MH, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif mahasiswa. Menurutnya, kegiatan ekstra kurikuler seperti seminar ini sangat penting untuk menambah wawasan mahasiswa terhadap isu-isu kekinian dari sudut pandang hukum.
“Daripada mereka turun ke lapangan berteriak demo tanpa konsep, seminar adalah cara berpikir akademisi. Kita ingin pelajar menjadi pemikir yang membawa solusi bagi masyarakat, bukan sekadar pekerja,” ujar Pak Edy. Ia juga menekankan bahwa sertifikat seminar ini nantinya berguna sebagai Sertifikat Pendamping Ijazah (SPI) yang menambah nilai jual lulusan.
Inisiasi Mandiri BEM dan Dorongan Kolaborasi.
Dekan Fakultas Hukum dan Humaniora, Asti Wasiska, SH, MH, mengungkapkan kebanggaannya karena acara ini murni inisiatif mandiri dari BEM tanpa campur tangan fakultas.
Ke depan, kami berencana mengembangkan ini menjadi seminar nasional hingga internasional dan berkolaborasi dengan fakultas lain seperti FAI atau FIKOM untuk membahas isu hukum Islam hingga HAKI bagi UMKM,” jelas Asti.
Asti menambahkan bahwa FH-UIC fokus pada penguatan praktisi. Dengan tenaga pengajar yang mayoritas adalah praktisi—seperti pengacara, kurator, notaris, hingga konsultan HAKI—mahasiswa dibekali kemampuan teknis agar siap kerja atau berdikari membuka lapangan kerja sendiri.
Donasi untuk Korban Bencana.Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor III Universitas Ibnu Chaldun, Dr. Hj. Murtiman, SAMH, menyebutkan bahwa hasil dari seminar ini (konklusi) tidak hanya berhenti di atas kertas.
“Kami akan membentuk panitia untuk mengumpulkan donasi dari mahasiswa, dosen, dan karyawan untuk kemudian diberikan langsung kepada korban bencana di Sumatera dan Aceh. Ini adalah bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat,” tegas Murtiman.
Menjawab Tantangan Generasi Z.
Dalam sesi wawancara, Asti Wasiska juga menyoroti perubahan pola mengajar bagi siswa Generasi Z. Ia mulai meninggalkan metode buku teks yang kaku dan beralih ke diskusi eksploratif berbasis isu yang sedang trending.
"Mahasiswa sekarang lebih senang bereksplorasi lewat digital. Kami mendorong mereka aktif berdiskusi agar mental 'takut salah' warisan lama bisa hilang. Kami ingin mereka punya nilai plus saat bersaing di dunia kerja," tutupnya.
Penulis: Ryana Sabrina
Redaktur : Muhamad Rayhan Hidayat