Mahasiswa FH UIC Bedah Tanggung Jawab Negara dalam Bencana Alam di Sumatera dan Aceh.

08 February 2026

JAKARTA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum dan Humaniora Universitas Ibnu Chaldun (FH-UIC) Jakarta menggelar seminar hukum bertajuk “Tanggung Jawab Negara Terhadap Bencana Alam di Sumbar, Sumut, dan Aceh” pada Sabtu (7/2). Kegiatan ini menjadi wadah kritis mahasiswa dalam menyoroti peran pemerintah terhadap rentetan bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi belakangan ini.

Seminar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Murthalamuddin (Juru Bicara Posko Bencana Banjir Provinsi Aceh), Ardin Firanata (Akademisi/Dosen FH-UIC), serta Zaenal Muttaqin, SH., MH. (Wakil Dekan FH-UIC).

Ketua Yayasan YYPIC, Dr. H. Edy Haryanto, SH., MH., memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif mahasiswa FH-UIC dalam mengangkat isu kebencanaan melalui pendekatan akademik.

Menurutnya, kegiatan ekstrakurikuler seperti seminar hukum memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir kritis mahasiswa terhadap persoalan sosial yang aktual.

“Daripada mereka turun ke lapangan berteriak demo tanpa konsep, seminar adalah cara berpikir akademisi. Kita ingin mahasiswa menjadi pemikir yang membawa solusi bagi masyarakat, bukan sekadar pekerja,” ujar Edy.

Ia juga menekankan bahwa sertifikat seminar ini dapat dimanfaatkan sebagai Sertifikat Pendamping Ijazah (SPI) yang memberikan nilai tambah bagi lulusan di dunia kerja.

Senada dengan semangat tersebut, Wakil Rektor III Universitas Ibnu Chaldun, Dr. Hj. Murtiman, SAMH, menyampaikan bahwa hasil seminar ini tidak berhenti pada diskusi akademik semata.

“Kami akan membentuk panitia untuk mengumpulkan donasi dari mahasiswa, dosen, dan karyawan. Donasi tersebut akan disalurkan langsung kepada korban bencana di Sumatera dan Aceh. Ini adalah bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat,” tegas Murtiman.

Ia berharap kegiatan akademik seperti ini dapat terus dikembangkan agar kampus tidak hanya menjadi pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga pusat kepedulian sosial.

Dekan Fakultas Hukum dan Humaniora, Asti Wasiska, SH., MH., mengungkapkan kebanggaannya atas terselenggaranya seminar yang sepenuhnya merupakan inisiatif mandiri BEM FH-UIC tanpa intervensi langsung dari fakultas.

“Ini pertama kalinya BEM FHH bergerak secara mandiri. Kami hanya memberikan arahan. Ke depan, kami berencana mengembangkan kegiatan ini menjadi seminar nasional hingga internasional serta berkolaborasi dengan fakultas lain seperti FAI atau FIKOM,” jelas Asti.

Ia menambahkan bahwa FH-UIC berfokus pada penguatan kompetensi praktis mahasiswa. Dengan mayoritas dosen berlatar belakang praktisi—seperti lawyer, kurator, notaris, hingga konsultan HAKI—mahasiswa dipersiapkan agar siap kerja maupun mampu menciptakan lapangan kerja sendiri.

Sementara itu, Wakil Dekan FH-UIC, Zaenal Muttaqin, SH., MH., menegaskan bahwa kegiatan akademik memiliki peran strategis dalam membentuk kepekaan sosial dan moral mahasiswa.

Menurutnya, pembelajaran yang menyentuh isu-isu kemanusiaan seperti bencana alam mampu membangun empati, solidaritas, dan tanggung jawab sosial.

“Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan kognitif, tetapi juga mengalami pembelajaran nilai dan etika. Ini penting agar mereka berkembang sebagai intelektual yang berkeadaban,” ujar Zaenal.

Ia juga menekankan peran strategis Fakultas Hukum dan Humaniora dalam mendukung kebijakan publik penanggulangan bencana, baik melalui kajian regulasi, perlindungan hak korban, maupun pendekatan sosial dan budaya.

“Sinergi hukum dan humaniora akan melahirkan kebijakan kebencanaan yang tidak hanya legal-formal, tetapi juga berbasis nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan sensitivitas budaya,” pungkasnya.

 

Penulis: Ryana Sabrina

Redaktur : Muhamad Rayhan Hidayat


Whatsapp