Seminar Nasional Milad ke-70 UIC Bahas Peran Perguruan Tinggi dalam Kedaulatan Ekonomi Indonesia

04 June 2026

Dalam rangka memperingati Milad ke-70 Universitas Ibnu Chaldun, Seminar Nasional bertajuk “Peran Perguruan Tinggi dalam Kedaulatan Ekonomi Indonesia di Tengah Tekanan Global” sukses diselenggarakan pada Kamis (4/6), di Aula Prof. Bahder Djohan. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi akademik yang mempertemukan civitas akademika, mahasiswa, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas peran strategis perguruan tinggi dalam memperkuat pemahaman ekonomi nasional di tengah dinamika dan tantangan ekonomi global yang terus berkembang.

Seminar menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Widi Widodo dan Dr. Pandoyo. Keduanya menyampaikan berbagai pandangan serta gagasan kontribusi mengenai perguruan tinggi dalam menciptakan sumber daya manusia unggul, mendorong inovasi, serta memperkuat kemandirian perekonomian bangsa. Melalui kegiatan ini, Universitas Ibnu Chaldun menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam menjawab berbagai tantangan nasional melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Acara diawali dengan Upacara Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Dr. Rahmah Marsinah, SH, MM, MH, yang mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan panjang kampus yang kini telah memasuki usia tujuh dekade. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa usia 70 tahun merupakan momentum penting untuk mengenang sejarah, perjuangan, dan kontribusi Universitas Ibnu Chaldun dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia.

“Alhamdulillah, tidak terasa kampus kita sekarang sudah berusia 70 tahun. Berbagai macam hambatan yang telah terjadi di kampus ini lalui bersama kita semua. Namun alhamdulillah, kita tetap berdiri tegar. Di saat universitas lain sudah banyak yang tutup, Universitas Ibnu Khaldun hingga saat ini masih tetap jaya,” ujarnya.

Rektor juga merasakan kehadiran salah satu dosen senior, Dr. Ayub Fitri, yang dinilai menjadi simbol perjalanan panjang kampus. Menurutnya, usia pengabdian dan pengalaman yang dimiliki tokoh tersebut mencerminkan dedikasi yang telah mengiringi perkembangan Universitas Ibny Chaldun sejak awal berdiri hingga saat ini.

Sementara itu, Ketua Umum YPPIC, Dr. H. Edy Haryanto, SH, MH, dalam berbagai tekanannya terhadap pentingnya peran ilmuwan dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya di tengah situasi politik dan ekonomi global yang penuh tantangan. Ia menjelaskan bahwa berbagai peristiwa internasional saat ini memiliki dampak yang signifikan terhadap kondisi perekonomian Indonesia, sehingga diperlukan pemikiran kritis dan kontribusi nyata dari kalangan perguruan tinggi.

Menurutnya, kondisi perekonomian nasional yang sedang mengalami tekanan tidak boleh dianggap sebagai hambatan semata, melainkan sebagai peluang untuk memperkuat fondasi perekonomian. Ia menyoroti pentingnya penguatan sektor dalam negeri, termasuk peningkatan ekspor dan optimalisasi potensi ekonomi nasional sebagai langkah strategis dalam menghadapi ancaman global.

“Penurunan ini tidak berarti membuat kita menjadi terpuruk. Justru bisa menjadi titik balik untuk memperkuat perekonomian di dalam negeri dengan meningkatkan jumlah ekspor yang pada akhirnya memberikan kekuatan secara umum kepada perekonomian nasional,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia berharap seminar ini dapat menjadi wadah bagi para peserta untuk memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai berbagai strategi dan kebijakan yang dapat dilakukan dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk terus mengembangkan cara berpikir kritis dan solutif dalam menyikapi perkembangan ekonomi global.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang seminar. Sesi pemaparan materi dan diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa maupun dosen terkait perlawanan musuh-musuh ekonomi, daya saing nasional, serta kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan seminar nasional ini, Universitas Ibnu Chaldun tidak hanya merayakan perjalanan 70 tahun pengabdiannya, tetapi juga menegaskan sebagai institusi pendidikan tinggi yang terus berupaya melahirkan gagasan, inovasi, dan solusi bagi berbagai persoalan bangsa. Momentum Milad ke-70 ini menjadi pengingat bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak generasi yang mampu menjawab tantangan sekaligus berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.

 

Penulis: Diva Azahra Baihak, Ryana Sabrina 

Editor: Muhamad Rayhan 

 


Whatsapp