JAKARTA— Di era scroll tanpa henti seperti sekarang, jempol sering kali bergerak lebih cepat dari pikiran. Ada berita heboh sedikit langsung repost, ada rumor panas langsung masuk group chat keluarga. Padahal, belum tentu informasi tersebut benar adanya.
Melihat fenomena cepatnya penyebaran informasi palsu alias hoaks ini, mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun Jakarta dari Program Studi Ilmu Komunikasi (Ilkom) menggelar kegiatan seminar kampanye edukatif bertema "Saring Sebelum Sharing" (Think Before You Post). Acara yang berlangsung hangat ini digelar langsung di SMA Muhammadiyah 12 Jakarta.
Gerakan ini digaungkan untuk mengajak para siswa lebih bijak dan berpikir jernih sebelum menekan tombol bagikan di media sosial.
Membagikan informasi tanpa verifikasi bukan cuma bisa memicu kegaduhan, tapi juga berpotensi merugikan orang lain bahkan bisa berurusan dengan hukum jika menyebarkan disinformasi yang meresahkan.
Kecepatan media sosial memang menggoda siapa saja untuk jadi yang paling cepat update. Namun, para mahasiswa mengingatkan bahwa menjadi yang paling akurat jauh lebih penting daripada sekadar jadi yang paling cepat.
Dalam pemaparannya, kami mahasiswa universitas Ibnu chaldun jakarta prodi ilkom membagikan tips sederhana agar jempol tidak kebablasan saat menerima informasi heboh di lini masa:
Baca Sampai Tuntas, Jangan Cuma Judul: Banyak judul dibuat sensasional hanya demi memancing emosi atau klik (clickbait).
Cek Sumbernya: Pastikan informasi berasal dari media tepercaya, situs resmi, atau lembaga berwenang.
Periksa Tanggal & Konteks: Kadang berita lama yang sudah tidak relevan diunggah kembali seolah-olah baru terjadi.
Kendalikan Emosi: Jika sebuah unggahan membuat mendadak sangat marah atau panik, berhenti sejenak. Narasi hoaks sering kali sengaja dirancang untuk memanipulasi emosi.
Pihak sekolah SMA Muhammadiyah 12 Jakarta menyambut baik inisiatif dan kedatangan para mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Ibnu Chaldun Jakarta ini. Pihak sekolah mengapresiasi materi yang sangat relevan dengan kehidupan remaja saat ini dan berharap kegiatan-kegiatan positif seperti ini bisa terus berlanjut di masa mendatang.
Di sisi lain, perwakilan dari kelompok mahasiswa turut menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas sambutan luar biasa dari pihak sekolah.
"Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada keluarga besar SMA Muhammadiyah 12 Jakarta atas sambutan yang sangat positif dan telah berkenan memberikan kami kesempatan untuk melangsungkan kegiatan seminar kampanye ini. Kami juga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kekurangan, baik dari tutur kata maupun teknis penyampaian selama acara berlangsung," ungkap perwakilan kelompok mahasiswa.
Lewat kegiatan ini, diharapkan para siswa SMA Muhammadiyah 12 Jakarta makin siap menjadi pelopor ruang digital yang sehat. Ingat rumus sederhananya: Saring dulu, baru sharing