Bedah Buku Pemikiran Ibnu Khaldun Meriahkan Milad ke-70 UIC Jakarta

12 June 2026

Jakarta – Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta menggelar kegiatan Bedah Buku Chapter bertajuk “Relevansi Pemikiran Ibnu Chaldun dalam Ilmu Sosial, Ekonomi, dan Peradaban Modern” pada Selasa (9/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Perpustakaan Hikmatul Ilmi UIC Jakarta ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-70 Universitas Ibnu Chaldun Jakarta.

Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut menghadirkan sejumlah akademisi sebagai pembicara. Dr. H. Edy Haryanto, S.H., M.H. tampil sebagai keynote speaker, sementara sambutan pembuka disampaikan oleh Dr. Rahmah Marsinah, S.H., M.M., M.H. Dua penulis buku, yakni Dr. (Cand.) R. Dimas Sundawa, S.E., M.M. dan Dr. Retna Dwi Estuningtyas, M.Kom.I., bertindak sebagai penyaji. Adapun Dr. M. Fakhruddin, M.Si. hadir sebagai penelaah.

Kegiatan ini bertujuan mengkaji kembali pemikiran Ibnu Khaldun yang dinilai masih relevan dalam menjawab berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan peradaban di era modern. Buku yang dibedah merupakan hasil kolaborasi sejumlah akademisi lintas disiplin ilmu yang mengupas pemikiran Ibnu Khaldun dari berbagai perspektif keilmuan.

Salah satu penulis buku sekaligus penyaji, Dr. (Cand.) R. Dimas Sundawa, S.E., M.M., menjelaskan bahwa lahirnya buku tersebut tidak terlepas dari semangat Milad ke-70 Universitas Ibnu Chaldun Jakarta yang mendorong peningkatan publikasi ilmiah di kalangan dosen.

“Penulisan buku ini berangkat dari kemeriahan dan semarak Harlah UIC ke-70 tahun 2026. Pimpinan universitas mendorong para dosen untuk aktif melakukan publikasi ilmiah, baik dalam bentuk buku maupun jurnal. Dari dorongan tersebut, saya tertarik mengangkat pemikiran Ibnu Khaldun yang dikenal sebagai filsuf, sosiolog, sekaligus ekonom yang pemikirannya masih sangat relevan hingga saat ini,” ujarnya.

Menurut Dimas, salah satu konsep yang menarik untuk dikaji adalah ashabiyah atau solidaritas sosial, yang menjadi salah satu pemikiran terkenal Ibnu Khaldun. Ia menilai konsep tersebut memiliki keterkaitan erat dengan ilmu manajemen modern.

“Dalam perspektif manajemen, ashabiyah dapat dimaknai sebagai kebersamaan. Kunci keberhasilan sebuah organisasi, baik perusahaan maupun organisasi sosial lainnya, terletak pada soliditas tim dan kebersamaan anggotanya. Karena itu, saya mencoba mengupas secara lebih mendalam konsep ashabiyah dalam perspektif ilmu manajemen yang saya tuangkan pada Bab 10 buku ini,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pemikiran Ibnu Khaldun tidak hanya relevan dalam bidang sosial dan ekonomi, tetapi juga dapat diaplikasikan pada berbagai disiplin ilmu lainnya. Oleh karena itu, kajian terhadap pemikiran tokoh besar Islam tersebut dinilai penting untuk terus dikembangkan di lingkungan akademik.

Selain membahas isi buku, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mendorong budaya literasi di kalangan mahasiswa dan masyarakat. Dimas menilai rendahnya minat baca masih menjadi tantangan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

“Tantangan terbesar saat ini adalah rendahnya budaya membaca. Banyak orang lebih tertarik membaca informasi singkat di media sosial dibandingkan buku. Padahal buku merupakan jendela ilmu pengetahuan. Melalui buku ini, kami berharap pembaca dapat memperluas wawasan dan memperoleh perspektif baru dari pemikiran Ibnu Khaldun yang tetap relevan dengan kondisi zaman sekarang,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya budaya membaca dan menulis sebagai fondasi kemajuan peradaban. Menurutnya, semangat membaca sejalan dengan pesan wahyu pertama yang diterima Rasulullah SAW, yaitu Iqra atau bacalah.

Mengusung tema “Membaca Ibnu Chaldun, Memahami Dunia, Menginspirasi Peradaban”, kegiatan bedah buku ini terbuka bagi mahasiswa, dosen, peneliti, akademisi, dan masyarakat umum. Peserta juga memperoleh e-sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam kegiatan tersebut.

Di akhir wawancara, Dimas turut menyampaikan ucapan selamat kepada Universitas Ibnu Chaldun Jakarta yang genap berusia 70 tahun.

“Selamat Milad ke-70 Universitas Ibnu Chaldun Jakarta. Semoga di usia yang semakin matang ini, UIC terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang berkualitas, unggul, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta dunia pendidikan Indonesia,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini, Universitas Ibnu Chaldun Jakarta berharap dapat memperkuat tradisi akademik, meningkatkan budaya literasi, serta memperluas pemahaman masyarakat terhadap kontribusi pemikiran Ibnu Khaldun dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban modern.

 

Penulis: Muhamad Rayhan Hidayat Apandy 

Editor: Diva Azahra Baihaki 


Whatsapp