Jakarta– Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta menggelar Tasyakuran Milad ke-70 di Aula Prof. Bahder Djohan, Kamis (11/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta jajaran Yayasan Pembina Pendidikan Ibnu Chaldun (YPPIC).
Perayaan milad tahun ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang UIC selama tujuh dekade dalam berkontribusi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Rektor UIC Jakarta, Dr. Rahmah Marsinah, S.H., M.M., M.H., menyampaikan rasa syukur atas berbagai capaian yang berhasil diraih universitas, khususnya dalam bidang akreditasi dan penguatan mutu pendidikan.
"Alhamdulillah, Universitas Ibnu Chaldun telah mencapai usia 70 tahun. Capaian yang kita raih hari ini merupakan hasil kerja keras para pendahulu, yayasan, serta seluruh civitas akademika yang terus berkomitmen memajukan universitas," ujarnya.
Menurut Rahmah, saat ini UIC telah berhasil memperkuat legalitas dan daya saing melalui pencapaian akreditasi institusi maupun program studi. Selain itu, berbagai kegiatan akademik seperti bedah buku, seminar, dan pengabdian kepada masyarakat yang digelar dalam rangkaian Milad ke-70 merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Ia juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus menumbuhkan rasa memiliki terhadap kampus serta melanjutkan semangat para pendiri universitas dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Kita harus merasa bahwa Universitas Ibnu Chaldun adalah milik kita bersama. Semangat para pendiri harus terus kita jaga dan kita lanjutkan demi kemajuan universitas," ujarnya.
Selain itu, Rahmah mendorong para dosen untuk meningkatkan kompetensi akademik dan mempercepat pencapaian jabatan Guru Besar. Menurutnya, hingga saat ini UIC belum memiliki profesor yang berasal dari kalangan dosennya sendiri.
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Pembina Pendidikan Ibnu Chaldun (YPPIC), Dr. H. Edy Haryanto, S.H., M.H., menegaskan pentingnya menjaga sejarah dan nilai-nilai perjuangan para pendiri kampus yang telah menginisiasi perjalanan panjang universitas ini sejak 70 tahun lalu.
Menurutnya, generasi saat ini memiliki tanggung jawab besar sebagai pelurus sekaligus penerus sejarah Universitas Ibnu Chaldun.
"Kita wajib menyajikan kondisi sejarah yang ada itu apa adanya tidak dipelintir dan tidak dibelokkan. Dengan demikian, orang-orang yang pernah berkhidmat serta orang-orang yang pernah mendarmabaktikan dirinya atas berdirinya amal usaha ini, akan selalu dikenang sepanjang masa," ujarnya.
Edy juga menambahkan agar jangan sampai ada pihak-pihak baru yang mencoba menghilangkan sejarah lama demi kepentingan sepihak. "Kita tentu tidak berharap jika hari ini tahu-tahu ada orang baru yang muncul, lalu tiba-tiba menghilangkan sejarah yang ada hanya karena mereka merasa sebagai pemenang, sehingga mereka menulis sejarah sesuai kehendak sendiri. Saya pribadi sangat tidak sepakat dengan hal tersebut. Yang harus ada pada diri kita adalah semangat sebagai pelurus sejarah sekaligus penerus sejarah. Sehingga kelak, ketika kita sudah wafat, nama dan jasa kita akan tetap diingat dengan baik oleh generasi berikutnya," tambahnya.
Edy juga menyoroti pentingnya sinergi seluruh unsur kampus dalam mencapai berbagai keberhasilan yang di sampaikan oleh Rektor. Merujuk pada nilai-nilai keagamaan, ia mengingatkan bahwa di dalam sebuah institusi yang orang-orang di dalamnya saling mengisi, mendukung, dan bersatu, maka Allah SWT akan menurunkan keberkahan. Sebaliknya, jika di dalamnya hanya berisi saling menjatuhkan, maka kehancuranlah yang akan didapat.
Lebih lanjut, pihak yayasan menegaskan bahwa capaian yang telah diraih saat ini, termasuk predikat akreditasi "Baik Sekali", belum menjadi alasan untuk berpuas diri ataupun berhenti berjuang. Sebagai pihak yang diberikan amanah mengasuh YPPIC Jakarta, Edy mengajak seluruh civitas akademika untuk melangkah ke target yang lebih tinggi.
"Kita harus bersama-sama merapatkan barisan, membusungkan dada, dan berjalan dengan tegap untuk mencapai target Akreditasi yang Unggul, minimal dimulai dari satu program studi terlebih dahulu. Rasanya belum patut kita berbangga hati apabila akreditasi kampus kita masih tertahan pada capaian Baik Sekali," tegasnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Edy mengungkapkan bahwa pihak yayasan telah beberapa kali mengundang jajaran Rektorat dan Biro Akademik untuk merumuskan langkah strategis. Target utama pun telah dicanangkan secara konkret demi memacu semangat pembenahan di momentum milad ini.
"Tahun depan, saya menargetkan dan berharap salah satu prodi yang kita miliki, yaitu Program Studi Hukum, harus meraih predikat Unggul. Ini adalah tantangan nyata yang sengaja saya canangkan hari ini, agar bisa menjadi motor penggerak sekaligus contoh bagi prodi-prodi yang lain," pungkasnya.
Melalui momentum Milad ke-70 ini, Universitas Ibnu Chaldun Jakarta berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat daya saing institusi guna mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi yang unggul dalam ilmu, berakhlak dalam berkarya, dan berdampak bagi umat.
Penulis: Diva Azahra, Ryana Sabrina
Editor: Muhamad Rayhan