Mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun Jakarta Gelar Kampanye "Think Before You Share" di SMK Negeri 21 Jakarta

25 July 2026

Jakarta – Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial, Ekonomi, dan Bisnis (FISEB) Universitas Ibnu Chaldun Jakarta menyelenggarakan kampanye sosial bertajuk "Think Before You Share: Bijak Bermedia Sosial, Cegah Hoaks" di SMK Negeri 21 Jakarta pada 20 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan literasi digital di kalangan pelajar agar lebih bijak dalam menerima, memilah, dan menyebarkan informasi di era digital. Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 30 siswa ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah.

Kampanye ini memberikan edukasi mengenai pentingnya menyaring informasi sebelum membagikannya melalui media sosial. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, arus penyebaran berita berlangsung sangat cepat sehingga diperlukan kemampuan berpikir kritis untuk membedakan informasi yang benar dengan informasi palsu atau hoaks. Melalui kegiatan ini, para siswa didorong untuk menjadi pengguna media sosial yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Adam Gilbran dan Amelia Damayanti selaku pemateri menyampaikan materi mengenai literasi digital, pengertian hoaks, jenis-jenis hoaks, penyebab penyebarannya, dampak yang ditimbulkan, serta cara memverifikasi informasi menggunakan metode THINK (True, Helpful, Inspiring, Necessary, Kind). Penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui presentasi, diskusi, studi kasus, sesi tanya jawab, dan kuis sehingga peserta lebih mudah memahami materi yang diberikan.

Amelia, menegaskan bahwa kemampuan memverifikasi informasi merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki oleh setiap pengguna media sosial, terutama generasi muda.

"Kami berharap para siswa tidak mudah percaya terhadap setiap informasi yang beredar di media sosial. Biasakan melakukan cek fakta melalui sumber yang kredibel sebelum membagikan informasi kepada orang lain, sehingga kita dapat bersama-sama mencegah penyebaran hoaks," Ujarnya

Sebagai bagian dari pembelajaran, peserta diajak menganalisis salah satu isu yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial, yaitu klaim bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia terkontaminasi bangkai ular. Melalui studi kasus tersebut, siswa belajar memverifikasi informasi dengan menelusuri sumber yang kredibel serta mencari klarifikasi dari sumber resmi sehingga memahami pentingnya melakukan cek fakta sebelum menyebarkan informasi. Selain itu, pemateri juga memberikan edukasi mengenai berbagai modus penipuan digital dan mengingatkan peserta untuk menjaga kerahasiaan data pribadi serta lebih waspada dalam menggunakan media sosial.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif mengikuti diskusi, mengajukan pertanyaan, serta berpartisipasi dalam menganalisis berbagai contoh berita untuk membedakan fakta dan hoaks. Kayla siswi SMK Negeri 21 Jakarta mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya melakukan cek fakta sebelum menyebarkan informasi.

"Melalui kegiatan ini saya jadi lebih memahami cara membedakan informasi yang benar dan hoaks. Saya juga belajar bahwa sebelum membagikan suatu berita, kita harus mengecek kebenarannya terlebih dahulu melalui sumber yang terpercaya," ujar Kayla

Melalui kegiatan ini, Universitas Ibnu Chaldun Jakarta berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan literasi digital masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. Kampanye ini juga menjadi wujud komitmen universitas dalam mendukung terciptanya ruang digital yang aman, sehat, dan bebas dari penyebaran informasi palsu. Edukasi yang diberikan diharapkan tidak hanya menambah wawasan peserta selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka mampu menjadi pengguna media sosial yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

Sebagai penutup, mahasiswa mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menerapkan prinsip "Think Before You Share" dalam kehidupan sehari-hari. Jangan mudah percaya pada setiap informasi yang diterima, selalu lakukan cek fakta melalui sumber yang terpercaya, lindungi data pribadi dari berbagai modus penipuan digital, dan bagikan hanya informasi yang benar serta bermanfaat. Dengan langkah sederhana tersebut, setiap individu dapat berkontribusi dalam mencegah penyebaran hoaks serta menciptakan ekosistem digital yang lebih positif, aman, dan bertanggung jawab.

 

Penulis: Amelia Damayanti 


Whatsapp