Melalui Kampanye "Jejak Digital Abadi", Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Ibnu Chaldun Dorong Kesadaran Digital di Kalangan Pelajar

23 July 2026

Jakarta – Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta menggelar kampanye sosial bertajuk "Jejak Digital Abadi: Sadar Dampak Jangka Panjang dari Konten yang Diunggah Online" di SMA Muhammadiyah 12 Jakarta, Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital sekaligus mengajak para pelajar agar lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial.

Kampanye yang diikuti oleh siswa-siswi SMA Muhammadiyah 12 Jakarta ini dikemas secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Mahasiswa UIC menjelaskan pentingnya memahami jejak digital serta dampak yang dapat ditimbulkan dari setiap unggahan, komentar, maupun aktivitas di internet yang berpotensi memengaruhi kehidupan seseorang di masa depan.

Dalam kegiatan tersebut, Zakia Midra selaku pemateri menyampaikan tentang aktivitas apa saja yang termaksud dalam kegiatan “Jejak Digital”, seperti mengunggah foto atau video, memberikan komentar di media sosial, membagikan informasi, menyukai suatu unggahan, hingga melakukan pencarian di internet. Zakia menekankan bahwa setiap aktivitas digital dapat meninggalkan rekam jejak yang berpotensi tersimpan dalam jangka waktu yang lama.

“Jika kalian mengunggah foto/video, memberikan komentar, membagikan informasi, menyukai sebuah postingan, bahkan melakukan pencarian di internet itu artinya kalian sudah melakukan yang namanya Jejak Digital. Jejak Digital merupakan rekam jejak yang kalian tinggalkan di internet baik itu sengaja maupun tidak”. Ujarnya.

Muhamad Rayhan Hidayat Apandy, selaku pemateri menjelaskan bahwa jejak digital yang dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat, seperti membangun Personal Branding, mendukung prestasi akademik maupun karier, serta menjadi Portofolio Digital. Di sisi lain, ia juga mengingatkan bahwa penggunaan media digital yang tidak bijaksana dapat menimbulkan dampak negatif, seperti penyebaran informasi yang sulit dihapus, rusaknya reputasi, hingga meningkatnya risiko terjadinya perundungan siber (cyberbullying).

“Kalau kalian bisa menggunakan Media Sosial dengan bijak maka kalian akan bisa membangun Personal Branding kalian dengan cara mengunggah prestasi kalian yang dimana itu juga bisa menjadi Portofolio Digital kalian kedepannya, tapi jika kalian menggunakan Media Sosial hanya untuk kegiatan yang Negatif itu hanya akan memberikan dampak buruk kepada kalian kedepannya karna itu sudah menjadi Jejak Digital kalian”. Ujarnya.

Rayhan juga menyampaikan kepada para peserta agar tidak sembarangan membagikan informasi pribadi, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor kartu keluarga, alamat, nomor telepon, maupun data sensitif lainnya kepada pihak yang tidak dikenal atau melalui platform yang tidak terpercaya.

“Kalau kalian mendapatkan telpon atau chat yang tidak kalian ketahui asalnya kalian tidak boleh asal memberikan NIK kaliaan karna bisa jadi penipuan atau bahkan pinjaman online.” Ujarnya.

Nadia seorang peserta mengaku memperoleh banyak wawasan baru setelah mengikuti kampanye tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pemahaman bahwa setiap unggahan di media sosial akan meninggalkan jejak digital yang sulit dihapus.

"Kegiatannya sangat menarik. Saya jadi lebih banyak tahu tentang Jejak Digital, serta bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dan mendapat hadiah”. ujar Nadia.

Melalui kampanye sosial ini, Universitas Ibnu Chaldun Jakarta berharap para pelajar semakin sadar akan pentingnya menjaga etika bermedia digital, melindungi data pribadi, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk belajar, berkarya, dan menyebarkan konten positif. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi digital di kalangan generasi muda agar mampu menghadapi tantangan era digital secara cerdas dan bertanggung jawab.

 

Penulis: Muhamad Rayhan


Whatsapp