Hj. Syarifah, M.Pd.I—Ramadhan Bulan Mulia Kami, Ramadhan Sehat Tubuh Dan Spiritual Kami

25 February 2026

Bulan Ramadhan telah datang kembali, kaum muslimin dan muslimat di Indonesia menyambut dengan gembira. Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan awal Ramadhan pada Hari Kamis tanggal 19 Februari 2026. Kegembiraan hati yang diselimuti spritual Islam membuncah, karena di dalam Bulan Ramadhan ada banyak pahala ibadah yang melimpah bagi orang yang beriman, “Wahai orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan berpuasa umat-umat sebelum kamu, agar kamu bertakwa”. Taqwa adalah bentuk ketaatan yang paripurna dari iman. Iman yang sehat didukung oleh kesehatan tubuh fisik dan kesehatan spiritual, maka dalam Bulan Ramadhan 1447 H/2026 M, keberkahan dan manfaat Puasa Ramadhan melingkupi untuk anak-anak, remaja, dewasa muda dan lanjut usia.

Pengembangan Kecerdasan Spiritual Anak Melalui Amalan Ibadah Puasa Ramadhan Sejak Masa Dini

Puasa berarti menahan diri dari segala makan dan minum dan perbuatan yang membatalkan puasa serta memulai puasa dari matahari terbit hingga terbenam menurut tata cara dan syarat-syarat yang ditentukan. Salah satu syarat pokok dalam berpuasa adalah baligh (istilah dalam Agama Islam yang merujuk pada usai seseorang yang sudah mencapai kematangan, biasanya sekitar 15 tahun untuk laki-laki dan 9 tahun untuk perempuan---menurut beberapa pendapat---), maknanya mereka sudah dianggap mampu membedakan yang baik dan benar dalam dirinya dan bertanggung jawab akan dirinya, artinya anak-anak yang belum mencapai umur baligh belum wajib berpuasa. Sekalipun hukuman tidak wajib, namun orang tua wajib mendidik anaknya berpuasa sejak dini. Mendidik anak berpuasa tidak dipaksakan, melainkan dilakukan sesuai dengan tingkat kemampuan anak dalam menjalankannya. Anak-anak dibiasakan menjalankan puasa Ramadhan sejak usia tujuh tahun. Jika seorang anak tidak menjalankan puasa pada usia 10 tahun, maka anak tersebut dapat dikenakan sanksi dan hukuman yang mendidik oleh orang tua agar anak tersebut memahami bahwa puasa Ramadhan adalah salah satu tukun Islam wajib dilaksanakan dan dosa besar bagi yang tidak berpuasa. Puasa Ramadhan dilakukan sebagai pengabdian kepada Tuhan. Anak-anak di dunia sekarang dapat melihat perilaku orang dewasa yang nyata secara kasat mata dengan panca inderanya, sehingga pada anak usia dini belum dapat memahami hal-hal yang bersifat abstrak seperti ketaqwaan kepada Allah. Membesarkan anak menjadi orang shaleh melalui puasa ramadhan memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah pengembangan kecerdasan spiritual anak dan mengasah sikap sosial kultural dalam lingkungan mereka tinggal. Manfaat lain dalam puasa ramadhan bagi anak-anak adalah;

a. Kemampuan bersifat fleksibel (adaptasi secara spontan dan aktif), anak-anak mengalami adaptasi perubahan rotasi waktu kebiasaan makan pagi, makan siang dan makan malam menjadi waktu yang disesuaikan dengan rotasi waktu ramadhan, sahur, makan siang sebagai pembatal puasa setengah hari kemudian melanjutkan menahan lapar dan haus sampai menjelang magrib menunggu waktu untuk membatalkan puasa bersama keluarga dan dilanjutkan dengan ibadah tarawih. Adaptasi sosial dan flexibel dalam menjalankan peran karakter anak yang sedang dilatih menuju ketaatan di lalui dibulan puasa ramadhan.

b. Reflektansi Tinggi, Kecerdasan spiritual anak ditandai dengan kemampuannya mencerminkan rasa ingin tahu anak yang tinggi. Artinya, anak cenderung menanyakan hal-hal yang membingungkan pada saat itu, disertai pertanyaan terkait (apa itu puasa, mengapa puasa, dan bagaimana berpuasa).

c. Kepercayaan Diri dan Lingkungan Yang Tinggi, anak-anak yang berpuasa memiliki kepercayaan diri yang lebih stabil karena merasa mampu dan memiliki kegiatan berpuasa bersama orangtua dan teman sekolahnya, sehingga ketika bersosialisasi dengan lingkungan pendidikan anak-anak lebih kalem dan minim dari sifat ingin sesuatu secara berlebihan.

d. Berani Menghadapi Penderitaan dan Memanfaatkannya, anak-anak yang berpuasa akan lebih tangguh menghadapi ketakutan akan lapar dan haus karena meyakini bahwa menunggu lapar dan haus akan ada masa bergembira yaitu berbuka puasa bersama dengan seluruh keluarganya dalam kehangatan cinta dan kasih sayang dan memanfaatkannya dalam menumbuhkan karakter religius dan tanggung jawab dalam versi pola pikir anak.

e. Kemampuan Untuk Berbuat Baik, anak-anak yang berpuasa lebih termotivasi untuk berbuat baik karena suasana ramadhan mendukungnya untuk lebih mengasihi teman, orangtua, guru mengaji dan agamanya. Anak-anak menjadi lebih patuh, disiplin, tabah, jujur dan syukur.

Relevansi Antara Puasa Dengan Kesehatan Fisik Pada Remaja

Mengungkapkan manfaat puasa bagi kesehatan fisik pada remaja adalah sebuah informasi penting, karena kejiwaan remaja sedang bertumbuh dan berubah dari fase anak-anak ke fase remaja dan menuju remaja dewasa. Bagi mereka informasi yang terkait ilmu pengetahuan dan fakta akan lebih mengena dibanding nasehat-nasehat yang beruntai kalimat yang melupakan eksistensi remaja yang sedang bermetamorfosa dari anak-anak menjadi remaja cantik dan rupawan dengan postur tubuh yang bertumbuh baik. Kegemaran populer dikalangan remaja saat ini adalah ketersediaan fasilitas kafe-kafe minuman manis yang dapat menyumbangkan faktor penyakit dalam tubuh remaja. Dan indikator puasa ramadhan yang dapat memberi manfaat jangka panjang bagi remaja adalah;

a. Metabolisme Tubuh, pada saat berpuasa tubuh mendapatkan fase istirahat. Usus dan perut memberi ruang detoksifikasi (pengeluaran racun dari dalam tubuh). Puasa mengurangi kadar lemak, kelebihan lemak dalam tubuh dapat merusak kekebalan tubuh terutama untuk remaja. Rasa lapar memicu sel-sel induk dalam tubuh untuk melawan infeksi. Remaja membutuhkan metabolisme tubuh untuk investasi tubuh mudanya berperan sempurna di saat menjelang dewasa muda.

b. metabolisme Jiwa, pada saat remaja jiwa anak-anak yang sudah mengendap dalam dirinya berubah dan berproses pada kemandirian berfikir dan bersikap, intelektual aqidahnya dapat menahan nafsu diri, dan menjadikan jiwa remaja di bulan puasa ramadhan lebih bersinar dari dalam dirinya (inner beauty).

Kelompok Usia Dewasa Muda dan Madya, 

Puasa ramadhan bagi kelompok usia ini memiliki berbagai aspek kehidupan, kuliah, kerja dan berumah tangga. Bagi dewasa muda yang sedang berkuliah, puasa ramadhan menjadi ajang pembuktian eksistensi diri dalam kelimuan dan keimanan, dewasa muda banyak berkecimpung dalam kegiatan ibadah organisasi sosial seperti penyelenggara sebuah event ramadhan untuk memperdalam jati dirinya sebagai proses menjadi leader di kampus dan di lingkungan domisili dewasa muda tinggal. Bagi dewasa muda yang sudah bekerja, di bulan puasa ramadhan, kesadaran spritual yang berlandaskan ekonomi orangtua dan keumatan menjadi fokus deep learning/pembelajaran mendalam dalam aktualisasi di sendi-sendi kehidupan, menghiasi ibadah-ibadah puasa ramadhan. Untuk dewasa muda yang sudah menikah, bulan puasa ramadhan lebih mempatenkan konsep imam keluarga kecilnya sebagai seorang pemimpin rumah tangga dan pemimpin sholat-sholat wajib dan sunnah, menjadi imam sholat bagi istri dan anaknya, di lengkapi juga dengan tanggung jawab berlebih yang diwajibkan agama islam untuk membayar zakat fitrah bagi anggota keluarga dan orangtua sepuh yang ada dibawah naungan tanggung jawabnya.

Lanjut Usia

Puasa ramadhan bagi fase lanjut usia adalah proses menguatkan tujuan hidup untuk mendapatkan khusnul khotimah. Tahapan mencapai khusnul khotimah pada lanjut usia adalah pertama, menyempurnakan kelimuan yang didapat di masa muda dengan sharing ilmu sebanyak-banyaknya pada kegiatan dakwah bil hal (dalam corong media sosial, dalam mimbar keagamaan dan dalam tulisan-tulisan ilmiah yang didedikasikan untuk amal jariyah dalam ilmu) . Kedua, meminimkan sifat hedonisme materialistik untuk dialihkan kepada kebutuhan utama yang menyamankan jiwa dan tubuhnya, hidup dan makan sederhana dalam asupan gizi lansia serta memiliki hobi yang tekun dan bahagia sesuai pilihan hatinya karena masih memiliki potensi kebaikan berada di jalan yang lurus. Ketiga, mendalami kajian agama dalam siniar media televisi, youtube, tokoh agama keluarga memberi informasi yang terarah dan terkonsep tentang menghadapi kematian sesuai yang dicontohkan Nabi Muhammad dan para sahabat-sahabat mulianya.

Kesimpulannya Puasa Ramadhan adalah keberkahan bagi seluruh alam, manusia, hewan, tumbuhan, sistem sosial dan negara bersimpuh pada keteraturan proses ramadhan yang menjadikan manusia sebagai khalifah fil ardh taat dan takwa pada sunnatullah. Sunnatullah menjadikan manusia kembali kepada fitrahnya.


Whatsapp