Laela Sari, M.Pd.I - Ngaji Asik di UIC: Kisah Seru di Balik Kegiatan Tahsin Mahasiswa

03 January 2026

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kampus, seringkali mahasiswa terlupakan akan pentingnya kegiatan yang mampu menyeimbangkan aspek akademik dan spiritual. Salah satu kegiatan yang menonjol di Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta adalah kegiatan tahsin, yang telah menjadi bagian integral dari kehidupan mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) sejak tahun 2018. Kegiatan ini, yang pada awalnya dimulai dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan baca tulis AlQuran dan Bahasa Arab, kini telah berkembang menjadi sebuah tradisi yang penuh semangat dan keseruan.

 

Kegiatan tahsin di UIC Jakarta tidak hanya sekadar sesi belajar membaca AlQuran, tetapi juga menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mempererat ukhuwah dan meningkatkan kualitas spiritual mereka. Dipelopori oleh Ibu Hj. Syarifah dan Ibu Hj. Hafni, serta didukung penuh oleh pengurus DKM dan BEM FAI, kegiatan ini telah mengalami berbagai transformasi dan inovasi agar tetap relevan dan menarik bagi mahasiswa. Dari pelaksanaan di masjid kampus hingga format hybrid dan online, tahsin di UIC selalu beradaptasi dengan kebutuhan dan kondisi terkini. Namun, di balik semua upaya tersebut, kegiatan tahsin menghadapi tantangan yang tidak sedikit. Meski telah dilakukan berbagai evaluasi dan inovasi, jumlah peserta yang aktif masih terbatas. Sebagian mahasiswa masih menganggap kegiatan ini kurang menarik atau tidak memberikan keuntungan langsung.

 

Serunya Kegiatan Tahsin

Kegiatan tahsin di UIC Jakarta menawarkan pengalaman yang unik dan menyenangkan bagi para mahasiswanya. Setiap pagi, mahasiswa berkumpul di masjid kampus dengan penuh semangat, siap untuk memperbaiki bacaan Al-Quran mereka. Suasana yang penuh kehangatan ini bukan hanya sekadar sesi belajar, tetapi juga menjadi momen kebersamaan yang mempererat ukhuwah. Canda tawa, diskusi ringan, dan semangat belajar bersama membuat tahsin menjadi kegiatan yang ditunggu-tunggu. Para mentor, yang terdiri dari pengurus DKM dan BEM FAI, selalu siap memberikan bimbingan dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

 

Keunikan lain dari kegiatan tahsin di UIC adalah variasi dalam penyampaiannya. Selain belajar membaca AlQuran, mahasiswa juga diajak untuk mendalami tajwid dan materi keagamaan lainnya melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan. Kadang, kegiatan ini dilengkapi dengan permainan edukatif dan kuis yang membuat suasana belajar semakin hidup. Ditambah lagi, adanya hadiah berupa AlQuran bagi peserta yang aktif dan berprestasi menambah motivasi untuk terus mengikuti kegiatan ini. Hadiah-hadiah ini bukan hanya sekadar insentif, tetapi juga bentuk apresiasi atas usaha dan dedikasi mahasiswa dalam mempelajari AlQuran.

 

Selain suasana yang seru, kegiatan tahsin juga menawarkan kesempatan untuk berkolaborasi dan bersilaturahim dengan berbagai pihak. Mahasiswa dapat berinteraksi dengan alumni yang pernah mengikuti tahsin, mendengarkan pengalaman mereka, dan mendapatkan inspirasi. Sesi-sesi silaturahim ini sering kali menjadi ajang berbagi ilmu dan pengalaman, yang memperkaya wawasan keislaman mahasiswa. Kehadiran alumni juga memberikan motivasi tambahan, menunjukkan bahwa tahsin bukan hanya tentang membaca AlQuran, tetapi juga tentang membangun karakter dan kesiapan menghadapi kehidupan setelah lulus. Semua ini menjadikan tahsin di UIC lebih dari sekadar kegiatan rutin, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang penuh keseruan dan makna.

 

Perjalanan dan Transformasi Kegiatan Tahsin

 

Sejak dimulai pada tahun 2018, kegiatan tahsin di UIC Jakarta telah melalui perjalanan panjang yang penuh dengan perubahan dan adaptasi. Awalnya, tahsin dilaksanakan setiap pagi di masjid kampus, sebelum perkuliahan dimulai. Hal ini bertujuan untuk mengakomodasi kebutuhan mahasiswa yang banyak mengalami kesulitan dalam baca tulis AlQuran dan Bahasa Arab. Kehadiran dua dosen senior, Ibu Hajah Syarifah dan Ibu Hajah Hafni, sebagai penggagas kegiatan ini, sangat berpengaruh dalam membentuk dasar dan semangat tahsin di UIC.

 

Namun, perjalanan kegiatan tahsin tidak selalu mulus. Pada tahun-tahun berikutnya, terjadi berbagai perubahan yang disebabkan oleh beragam tantangan, termasuk masalah logistik dan partisipasi mahasiswa yang fluktuatif. Ketika pandemi melanda pada tahun 2020, kegiatan tahsin mengalami perubahan format yang signifikan. Dari yang awalnya diadakan di masjid kampus, kegiatan ini kemudian beralih ke format hybrid dan online melalui platform seperti Google Meet. Perubahan ini tidak hanya mengatasi kendala fisik, tetapi juga membuka kesempatan bagi lebih banyak mahasiswa untuk ikut serta, meski dari jarak jauh.

 

Adaptasi ke format hybrid dan online membawa tantangan baru, namun juga peluang untuk inovasi. Pengurus BEM FAI dan para dosen pembimbing berusaha keras untuk menjaga semangat dan keberlanjutan kegiatan tahsin. Meskipun jumlah peserta mengalami penurunan, upaya untuk terus memberikan materi yang menarik dan interaktif tetap dilakukan. Evaluasi rutin dari peserta juga menjadi dasar untuk perbaikan metode penyampaian dan materi tahsin. Kegiatan tahsin yang semula hanya diikuti oleh mahasiswa FAI kini juga menyebar ke seluruh mahasiswa UIC, meskipun masih dengan jumlah peserta yang terbatas. Transformasi ini menunjukkan komitmen UIC untuk terus mendukung pengembangan spiritual mahasiswanya di tengah berbagai tantangan.

 

Evaluasi dan Inovasi Kegiatan Tahsin

 

Evaluasi rutin menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan kegiatan tahsin di UIC Jakarta. Setiap semester, para peserta diminta memberikan masukan mengenai metode penyampaian, materi tahsin, serta kendala yang dihadapi selama mengikuti kegiatan. Masukan dari peserta sangat beragam, mulai dari keinginan untuk menambah durasi sesi, variasi dalam materi yang diajarkan, hingga permintaan lebih banyak kegiatan interaktif. Hasil evaluasi ini digunakan untuk menyusun rencana perbaikan dan inovasi agar kegiatan tahsin tetap relevan dan menarik bagi mahasiswa.

 

Salah satu inovasi yang dilakukan adalah memperkenalkan hadiah Al-Quran bagi peserta yang aktif dan berprestasi. Langkah ini terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan partisipasi mahasiswa. Selain itu, sesi tahsin kini dilengkapi dengan permainan edukatif dan kuis, yang tidak hanya membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan, tetapi juga membantu mahasiswa memahami materi dengan lebih baik. Penggunaan teknologi juga ditingkatkan, dengan mengadakan sesi tahsin secara online yang memungkinkan mahasiswa untuk ikut serta meskipun berada di luar kampus. Format hybrid ini membuka akses lebih luas dan memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa.

 

Inovasi lainnya adalah menjalin kolaborasi dengan alumni dan mengadakan sesi silaturahim secara berkala. Para alumni yang pernah mengikuti kegiatan tahsin diundang untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka. Sesi ini tidak hanya memberikan inspirasi bagi peserta, tetapi juga membangun jaringan yang kuat antara mahasiswa dan alumni. Tak hanya itu, pengurus juga mengeksplorasi kemungkinan mengintegrasikan kegiatan tahsin dengan program lain di kampus, seperti kegiatan organisasi mahasiswa dan ekstrakurikuler, untuk memperkaya pengalaman dan keterlibatan mahasiswa. Semua upaya ini menunjukkan komitmen UIC dalam menjaga kegiatan tahsin tetap hidup, dinamis, dan bermanfaat bagi seluruh mahasiswa.

 

Tantangan dan Harapan

Kegiatan tahsin di UIC Jakarta, meskipun penuh semangat dan inovasi, tidak luput dari berbagai tantangan. Salah satu tantangan utama adalah penurunan partisipasi mahasiswa. Meskipun kegiatan ini memiliki manfaat besar dalam meningkatkan kemampuan baca tulis AlQuran, banyak mahasiswa yang merasa kurang tertarik atau menganggapnya tidak relevan dengan kebutuhan mereka saat ini. Alasan lain yang sering muncul adalah jadwal yang padat, rasa malu karena belum lancar membaca AlQuran, dan persepsi bahwa kegiatan tahsin tidak memberikan keuntungan langsung yang terlihat.

 

Di sisi lain, ada juga tantangan dalam hal kesinambungan dan komitmen dari para pengurus. Pengurus DKM dan BEM FAI yang menangani kegiatan tahsin seringkali berganti setiap periode, yang kadang mengakibatkan kurangnya kesinambungan dalam pelaksanaan dan evaluasi kegiatan. Penurunan motivasi dan semangat dari para pengurus baru juga menjadi kendala, terutama ketika mereka dihadapkan pada minimnya partisipasi mahasiswa dan berbagai hambatan teknis dalam pelaksanaan kegiatan, terutama dalam format online.

Namun, di balik semua tantangan tersebut, terdapat harapan yang besar untuk masa depan kegiatan tahsin di UIC Jakarta. Diharapkan, dengan terus melakukan evaluasi dan inovasi, kegiatan tahsin dapat menarik lebih banyak mahasiswa untuk terlibat. Harapan lainnya adalah peningkatan kolaborasi dengan berbagai organisasi mahasiswa lainnya, sehingga kegiatan tahsin dapat menjadi bagian integral dari kehidupan kampus yang lebih luas. Selain itu, pengurus dan dosen pembimbing berharap bahwa dengan adanya dukungan dari semua pihak, termasuk alumni, kegiatan tahsin dapat tetap berlanjut dan menjadi sarana penting dalam membangun karakter dan spiritualitas mahasiswa. Semoga kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan baca tulis AlQuran, tetapi juga mempererat silaturahim dan ukhuwah Islamiyah di antara mahasiswa UIC Jakarta.

 

Harapan dan Cita-cita

 

Kegiatan tahsin di UIC Jakarta telah menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kemampuan baca tulis AlQuran dan Bahasa Arab di kalangan mahasiswa. Dimulai sejak tahun 2018, kegiatan ini telah melalui berbagai perubahan dan inovasi untuk tetap relevan dan menarik. Meskipun menghadapi banyak tantangan, seperti penurunan partisipasi mahasiswa dan kesulitan dalam kesinambungan kepengurusan, tahsin di UIC terus berjalan dengan semangat yang tinggi.

 

Evaluasi rutin dan inovasi yang dilakukan, seperti hadiah Al-Quran dan penggunaan format hybrid serta online, telah membantu meningkatkan motivasi mahasiswa untuk berpartisipasi. Kolaborasi dengan alumni dan berbagai organisasi mahasiswa juga memberikan tambahan nilai dan memperkaya pengalaman bagi para peserta. Meskipun masih banyak yang perlu diperbaiki, upaya ini menunjukkan komitmen UIC dalam mendukung pengembangan spiritual mahasiswanya.

 

Harapan besar menyertai masa depan kegiatan tahsin di UIC Jakarta. Dengan dukungan dari seluruh pihak, termasuk alumni dan organisasi mahasiswa lainnya, kegiatan ini diharapkan dapat terus berkembang dan menarik lebih banyak peserta. Semoga tahsin tidak hanya menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Quran, tetapi juga menjadi wahana untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan membangun karakter yang kuat di kalangan mahasiswa. Keberlanjutan dan kesuksesan kegiatan tahsin ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi kehidupan spiritual dan akademik mahasiswa UIC Jakarta.

 

Penutup

 

Kegiatan tahsin di UIC Jakarta bukan hanya sekadar program rutin, tetapi juga merupakan upaya mulia untuk membangun generasi muda yang berilmu dan berakhlak mulia. Perjalanan dan transformasi yang telah dilalui menunjukkan komitmen kuat dari para penggagas, pengurus, dan peserta dalam menjaga serta mengembangkan kegiatan ini. Meskipun banyak tantangan yang dihadapi, semangat untuk terus memperbaiki dan berinovasi tidak pernah surut.

 

Dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh pihak, termasuk mahasiswa, dosen, pengurus DKM, BEM FAI, dan alumni, sangatlah penting untuk keberlanjutan kegiatan ini. Mari kita bersama- sama menjadikan tahsin sebagai wadah untuk memperdalam ilmu agama, mempererat silaturahim, dan membentuk karakter yang kuat. Semoga tulisan ini dapat menginspirasi dan menggugah kesadaran kita semua akan pentingnya kegiatan tahsin, serta memberikan dorongan untuk terus mendukungnya secara moral maupun materi.

 

Akhir kata, semoga kegiatan tahsin di UIC Jakarta tetap berlanjut dan semakin banyak yang terlibat di dalamnya. Semoga kita semua diberi kekuatan dan keikhlasan untuk terus berjuang dalam menuntut ilmu, beramal, dan menjaga nilai-nilai keislaman di tengah kehidupan kampus. Salam hormat dan salam sehat selalu untuk semuanya. Aamiin.


Whatsapp