Bangun Kesadaran Generasi Z, Mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun Jakarta Gelar Kampanye "Kenali dan Lawan Toxic Relationship": Di SMKN 44 Jakarta

28 July 2026

Jakarta – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta melaksanakan kampanye sosial bertema "Kenali dan Lawan Toxic Relationship! Kampanye Anti Toxic Relationship untuk Generasi Z" di SMKN 44 Jakarta pada Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini menyasar siswa kelas X Manajemen Perkantoran (X MP) sebagai upaya meningkatkan kesadaran remaja mengenai pentingnya membangun hubungan yang sehat, saling menghargai, dan bebas dari perilaku yang bersifat manipulatif maupun merugikan.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, Agung dan Zidan, yang memperkenalkan seluruh anggota kelompok sekaligus menyampaikan tujuan kampanye. Dalam sambutannya, panitia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membantu peserta mengenali karakteristik hubungan yang sehat, memahami tanda-tanda toxic relationship, serta mengetahui cara menyikapinya secara bijaksana apabila menghadapi situasi serupa di lingkungan pertemanan maupun hubungan pribadi.

Untuk menciptakan suasana yang lebih akrab, acara diawali dengan sesi ice breaking yang melibatkan seluruh peserta. Semakin suasana lebih cair dan akrab, audiens akan lebih berani untuk speak up terkait toxic relationship yang dialaminya.

Selanjutnya, panitia mengadakan pre-test melalui pertanyaan terbuka mengenai pemahaman awal siswa terhadap istilah toxic relationship. Sesi ini menjadi langkah awal untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan peserta sebelum menerima materi utama.

Sebelum penyampaian materi, peserta diajak menyaksikan video edukatif mengenai toxic relationship sebagai pengantar diskusi. Tayangan tersebut memberikan gambaran mengenai berbagai bentuk perilaku yang dapat dikategorikan sebagai hubungan tidak sehat, sehingga memudahkan siswa memahami materi yang akan disampaikan.

Materi inti dibawakan oleh Lathifa dengan mengangkat tema "Kenali dan Lawan Toxic Relationship!". Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa toxic relationship merupakan hubungan yang ditandai oleh perilaku yang merugikan salah satu pihak, seperti sikap posesif, manipulatif, mengontrol secara berlebihan, hingga kekerasan verbal maupun emosional. Peserta juga diajak mengenali ciri-ciri hubungan yang sehat, pentingnya komunikasi yang baik, rasa saling percaya, serta menghormati batasan pribadi setiap individu.

Setelah penyampaian materi, peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan sehingga tercipta diskusi dua arah yang aktif. Antusiasme siswa terlihat dari berbagai pertanyaan dan tanggapan yang disampaikan mengenai contoh-contoh perilaku yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai bentuk pembelajaran yang lebih interaktif, panitia membagi peserta ke dalam beberapa kelompok yang masing-masing beranggotakan lima hingga enam orang. Setiap kelompok mengikuti permainan "Green Flag vs Red Flag", yaitu kegiatan menganalisis berbagai situasi yang diperagakan melalui roleplay singkat oleh Ramsyah dan Adi. Peserta diminta menentukan apakah perilaku yang diperagakan termasuk green flag atau red flag, kemudian mendiskusikan alasan yang mendasari pilihan tersebut.

Hasil diskusi kemudian dipresentasikan oleh masing-masing kelompok di hadapan peserta lain. Selain melatih kemampuan berpikir kritis, sesi ini juga mendorong siswa untuk menyampaikan pendapat secara logis berdasarkan materi yang telah diterima. Kelompok dengan penyampaian terbaik memperoleh penghargaan sebagai Kelompok Terbaik.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kuis interaktif yang dipandu oleh Adi. Melalui beberapa pertanyaan seputar materi yang telah dipelajari, peserta kembali menguji pemahaman mereka mengenai toxic relationship. Tiga peserta dengan nilai terbaik berhasil meraih Juara 1, Juara 2, dan Juara 3, sementara hadiah apresiasi juga diberikan kepada peserta yang aktif berpartisipasi selama kegiatan berlangsung.

Menjelang penutupan, panitia mengajak satu hingga dua orang peserta menyampaikan kesimpulan mengenai materi yang telah diperoleh sebagai bentuk evaluasi pemahaman. Kegiatan kemudian ditutup dengan penyampaian pesan bahwa setiap individu berhak berada dalam hubungan yang sehat, saling menghormati, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun manipulasi emosional.

Sebagai Penutup, Melalui Kampanye ini, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Ibnu Chaldun Jakarta berharap, siswa SMKN 44 Jakarta semakin mampu mengenali tanda-tanda toxic relationship, memiliki keberanian untuk menjaga batasan yang sehat dalam berinteraksi, serta menjadi generasi muda yang mampu membangun hubungan berdasarkan rasa saling menghargai, empati, dan komunikasi yang positif.

 

Penulis: Agung Permana

Editor : Ananda Adi Buana


Whatsapp