Jakarta – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta menggelar Kampanye Sosial Anti Bullying di SMAN 30 Jakarta pada Senin, 20 Juli 2026, mulai pukul 13.30 WIB hingga selesai. Kegiatan yang diikuti oleh 35 siswa ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan (bullying).
Mengusung tema "Berani Berdiri, Bersama Melindungi", Kampanye ini dikemas secara interaktif agar para peserta dapat memahami isu bullying melalui berbagai aktivitas edukatif. Acara diawali dengan pembukaan dan perkenalan tim, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai pengertian bullying, jenis-jenis bullying, dampak yang ditimbulkan, serta pentingnya keberanian untuk berbicara dan melaporkan tindakan perundungan.
Dalam kegiatan tersebut, Ryana Sabrina selaku pemateri menyampaikan pentingnya membangun keberanian setiap siswa untuk menjadi “upstander”, guna menghentikan situasi yang berpotensi membahayakan melalui pemahaman dan penerapan langkah-langkah berani berbicara langsung, mendukung korban, jadi pengalih perhatian,serta berani melaporkan kepada Guru/ Wali Kelas.
“ Kalian Sebagai sesama Siswa harus berani untuk menjadi orang yang menegur, mendukung korban, mengalihkan perhatian dan berani melaporkan kepada Guru/Wali kelas kalian yang diharapkan dengan kalian melakukan itu Bullying dapat berhenti terjadi dilingkungan Sekolah”. Ujarnya.
Agar suasana lebih menarik, kegiatan dilanjutkan dengan game tanya jawab interaktif yang mengajak para siswa menyampaikan pendapat mengenai berbagai situasi yang berkaitan dengan bullying. Melalui sesi ini, peserta diajak berpikir kritis sekaligus memahami bahwa tindakan perundungan, baik secara fisik, verbal, sosial, maupun di dunia maya, bukanlah sesuatu yang dapat dianggap sebagai candaan.
Sesi yang paling menyentuh berlangsung saat Kotak Suara. Setiap siswa diberikan secarik kertas untuk menuliskan pengalaman melihat ataupun mengalami bullying secara anonim. Beberapa cerita kemudian dibacakan sebagai bahan refleksi bersama tanpa menyebutkan identitas penulis. Melalui kegiatan ini, para peserta menyadari bahwa bullying dapat terjadi di sekitar mereka dan membutuhkan kepedulian seluruh warga sekolah untuk menghentikannya.
Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti Komitmen Anti Bullying dengan memberikan cap jempol pada poster komitmen sebagai simbol janji untuk tidak menjadi pelaku bullying, tidak tinggal diam ketika melihat tindakan perundungan, serta berani melapor kepada guru atau orang tua jika menemukan kasus bullying. Kegiatan kemudian diakhiri dengan penyampaian pesan penutup, pembagian konsumsi, dan sesi foto bersama sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Melalui kampanye sosial ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Ibnu Chaldun Jakarta berharap para siswa SMAN 30 Jakarta dapat menjadi generasi yang lebih peduli terhadap sesama, berani menyuarakan kebenaran, serta turut berperan aktif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu komunikasi melalui aksi edukasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Penulis: Diva Azahra Baihaki
Editor: Ryana Sabrina