Yudisium FAI UIC Jakarta 2026: Cetak Lulusan Berkarakter Islami dan Adaptif Digital

11 August 2026

JAKARTA— Fakultas Agama Islam Universitas Ibnu Chaldun (FAI UIC) Jakarta resmi melepas para lulusannya melalui seremoni Yudisium Tahun Akademik 2026 di kampus UIC Jakarta Selasa, 11 Agustus 2026. Momentum ini menandai kesiapan para wisudawan untuk mengabdi di tengah masyarakat dengan membawakan keunggulan akademik, karakter berakhlak mulia, serta kecakapan teknologi.

Wakil Dekan FAI UIC Jakarta, Dr. Retna Dwi Estuningtyas, M.Kom.I., mengapresiasi penyelenggaraan yudisium tahun ini yang dinilainya berlangsung lebih semarak dan terstruktur. Ia menekankan bahwa FAI UIC terus berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual.

"Kami berharap para lulusan menjadi pribadi yang berguna, mampu mengintegrasikan antara ilmu pengetahuan dan kerohanian. Tidak hanya melek teknologi dan pintar, tetapi juga berakhlak mulia," ujar Dr. Retna usai acara yudisium.

Ia juga berpesan agar para alumni mampu menjadi duta almamater yang mempresentasikan nilai-nilai keislaman di tengah dinamika masyarakat modern.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) FAI UIC Jakarta, Ahmad Syaefuddin, M.Pd.I., menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan awal pertanggungjawaban moral dan sosial.

"Yudisium merupakan momentum pertanggungjawaban akademik sekaligus amanah moral. Kami ingin melahirkan lulusan yang employable sekaligus impactful—siap bekerja dan mampu memberi dampak positif. Di era transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI), lulusan FAI harus cerdas menggunakan teknologi dengan tetap berlandaskan etika Islam," kata Ahmad.

Sementara itu, perwakilan peserta yudisium dari Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) sekaligus Ketua BEM FAI UIC Jakarta periode 2025/2026, Kamal Fadilul Hayat, menyampaikan rasa syukur atas selesainya dinamika studi dan organisasi yang dilaluinya.

"Kelulusan ini adalah bukti dari perjuangan, doa orang tua, dan bimbingan dosen. Selama kuliah dan berorganisasi, saya belajar bahwa pendidikan tidak sekadar transfer pengetahuan, melainkan proses membentuk karakter, adab, dan kepemimpinan," tutur Kamal.

Kesan mendalam mengenai perjalanan akademik juga disampaikan oleh lulusan Prodi Ahwal Syakhsiyyah, Iqmanudin Fauzi. Ia memaknai kelulusan ini sebagai ajang untuk mengimplementasikan ilmu hukum Islam yang telah dipelajarinya secara langsung kepada masyarakat.

"Selama perkuliahan kita seperti sedang 'memasak' ilmu lewat studi, diskusi, hingga penelitian lapangan seperti di Pengadilan Agama Bekasi. Setelah yudisium, saatnya kita menyajikan ilmu tersebut kepada masyarakat. Gelar ini adalah amanah agar ilmu yang didapatkan benar-benar diamalkan dan memberikan literasi hukum yang bermanfaat," ujar Iqmanudin.

Melalui yudisium ini, FAI UIC Jakarta mempertegas perannya dalam melahirkan sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memegang teguh prinsip khairunn?s anfa'uhum linn?s (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya).

 

Penulis: Ryana Sabrina 

Editor: Muhamad Rayhan 


Whatsapp