Tentang Uic

Universitas Ibnu Chaldun yang disingkat UIC merupakan universitas Islam tertua di Indonesia. Pada mulanya adalah Akademi Wartawan yang didirikan tahun 1951 oleh Parada Harahap, seorang wartawan senior Indonesia yang juga pendiri Lembaga Kantor Berita Nasional “ANTARA”, lalu diubah namanya menjadi Perguruan Tinggi Ilmu Kewartawanan dan Politik (PTIKP),dibawah naungan Yayasan Ibnu Chaldun.

PTIKP kemudian berubah menjadi Universitas Ibnu Chaldun atas usul Prof. Dr. Osman Raliby, seorang cendekiawan Indonesia yang lahir di Sigli Aceh dan lama belajar di Jerman. UIC diambil dari nama seorang ilmuan besar, bapak Sosiologi Islam yang nama lengkapnya Abu Zayd 'Abd al-Rahmanibn Muhammad Ibnu Chaldun al-Hadrami yang masyhur dengan sebutan“Ibnu Chaldun”, yang lahir di Tunisia pada 1 Ramadan 732 H./27 Mei 1332 M.

Universitas Ibnu Chaldun didirikan oleh para tokoh Islam seperti Parada Harahap, KH. Zainal Abidin Ahmad, Dr. Ali Akbar, Imran Kadir dan lain-lain, yang pada tanggal 11 Juni 1956 diperingati sebagai hari lahir Universitas Ibnu Chaldun. UIC telah mengalami pasang surut dalam pengabdiannya kepada bangsa dan negara. Saat ini UIC dibawah pembinaan Yayasan Pembina Pendidikan Ibnu Chaldun (YPPIC) yang diketuai H. Edy Haryanto, SH., MH., dengan rektor Prof. Dr. Musni Umar, SH, M.Si., Ph.D, sosiolog Indonesia.